14 Nov 2014

la(r)ut

Kosong. Menyesal. Hanya ingin diam. Hanya ingin menangis.

Entahlah, rasanya semua yang saya pupuk beberapa bulan kemarin terhapus oleh apa yang saya ucapkan hari ini. Mulutmu harimaumu. Orang bijak pernah berkata bahwa ucapkanlah apa apa yang dianggap benar atau diamlah. Dan saya.. melakukan yang sebaliknya.

Terlalu banyak omong kosong di sana dan sini. Terlalu banyak gurau tak bermakna. Terlalu banyak.

Ucapan tak akan pernah kembali pun ketika kamu meminta maaf beribu-ribu kali. Menyesal sudah tak lagi guna. Mungkin kata sesal diperuntukkan bagi pemikir larut sepertiku. Yang pada akhirnya ombak sesal membawanya tenggelam dalam palung keterpurukan.

Dan saya tidak tahu kata penetralan digunakan untuk apa dalam hal ini. Semua rasanya begitu gelap. Begitu kosong. Hanya ingin menangis. Dan menyesal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar