5 Apr 2014
Anggap Saja Ini Kerikil
Ketika impianmu dicemoohkan, diejek, ditertawakan oleh orang lain...
Ketika impianmu diremehkan..
***
Beberapa minggu ini saya mengalami perdebatan dengan batin saya sendiri. Ia meminta agar pikiran menjadikannya lebih baik, lebih lurus, lebih sabar, agar lebih sehat. Saya merasa sudah waktunya berubah. Sampai pada akhirnya, saya memutuskan untuk berjuang ke arah yang lebih baik. Bismillah semuanya ada jalan. Tidak mudah memang berjuang di lingkungan yang tidak kondusif seperti ini.
Saya tahu, setiap orang yang sedang berubah ke arah yang lebih baik akan menghadapi berbagai cobaan. Tapi yang saya tidak tahu adalah kalau perubahan itu akan ditertawai, dijadikan bahan lelucon oleh teman-temanmu sendiri. Sakit rasanya. Kala itu saya tidak dapat berbuat apa apa selain melempar senyum kepada mereka yang sedang tertawa. Saya takut semangat ini luntur. Saya takut tekad ini tergeser oleh cemoohan mereka.
Memang, tidak semua mencemooh. Beberapa dari yang lainnya terus menyemangati dari belakang. Tapi yang sering berada di sekitar saya adalah orang-orang yang menertawai, bukan yang menyemangati. Bahkan yang mirisnya, beberapa dari mereka yang menyemangati adalah orang-orang yang baru kenal satu hari. Sementara yang menertawai adalah orang-orang yang sudah beberapa bulan ini menghabiskan waktu bersama.
Kata bunda, tertawaan mereka adalah cobaan.
Terlalu banyak yang masih harus dipersiapkan.
Kadang ingin rasanya mundur. Tapi tidak mungkin rasanya kalau saya harus mundur selangkah (lagi). Ah lagi lagi batin dan pikiran ini berdebat. Tolong perkuat tekad ini Ya Allah, permudah segala jalannya.
...Karena hamba-Mu takut kerikil ini akan melunturkannya.
Langganan:
Postingan (Atom)