Kami sama tau, sama-sama menyadari bahwa fitrah dapat tumbuh kapanpun dan di manapun.
Kami sama tau, sama-sama menyadari bahwa fitrah indah ini tidak bisa dibiarkan tumbuh begitu saja.
Kamipun sama tau, sama-sama menyadari dan terus memupuk dinding pertahanan kami agar tidak rubuh.
Aku tidak tahu pasti kapan persisnya fitrah ini mulai ada. Tapi setidaknya, kami sadar bahwa fitrah ini seharusnya tersuruk dalam palung doa. Dalam sujud-sujud kami yang penuh harap. Tidak perlu pulalah kami umbar. Biarkan waktu yang menjawab apakah fitrah ini akan terus ada atau mengalir ke muara sungai lainnya. Biarkan ini menjadi rahasia kami. Pun jika memang sudah waktunya, fitrah ini akan bahagia pada saat yang seharusnya. In syaa Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar