I used to take all of my problem by myself. Lalu akhirnya pusing sendiri. Haha, sudah terbiasa.
Entah, rasanya tidak terlalu mempercayai orang-orang terdekat karena dirasa mereka juga sudah sibuk dengan urusan masing-masing, dan tidak semua orang mau peduli dan mendengarkan, kan. Tidak juga mau membebani mereka dengan masalah-masalahku sementara masalah mereka saja belum selesai, dan juga tidak semua orang mampu mengerti kondisi orang lain, kan. Egois ya pemikiranku. Maaf, tapi yah begitulah.
Sering akhirnya saya terjerembab dalam pikiran sendiri, lalu semuanya jadi masa bodoh dan terbengkalai. "Sudah hancur, biarkan saja semuanya sekalian hancur". Iya, itu pemikiranku ketika sedang pusing-pusingnya.
Sering juga saya butuh 'me time' sekedar untuk menenangkan diri. Entah pergi ke mana. Iya, lagi lagi saya egois. Maafkan saya.
Sejujurnya saya butuh teman untuk berbagi. Bukan, bukan dalam konteks lawan jenis yang mempunyai status lebih dari teman. Saya (hanya) butuh teman yang mampu mendengarkan, memberi nasihat, dan memberi solusi. Berat ya? Hoho. Selain itu saya juga butuh teman yang selalu ada, yang bisa diajak pergi tanpa arah sekedar untuk menenangkan pikiran. Apa ada orang yang se-paket-lengkap-itu? Entah.
Saya sering merasa sendirian.. Dan hal ini yang membuat saya sering melamun. Bukan maksud ingin mengeluh, tapi kadang ada saat dimana manusia rasanya ingin jadi orang lain hanya untuk melupakan beban-bebannya. Iya, kabur dari masalah memang cara paling instan. Tapi bukan begitu caranya.
Kadang, karena terlalu sering memikirkan hal-hal ini sendirian, saya jadi merusak diri sendiri. Saya jadi malas makan. Saya tau ini namanya mendzolimi diri sendiri dan saya tau ini dilarang. Tapi... ah, lagi dan lagi batin ini bertengkar. Sudah mumet, makin mumet.
Bukannya tidak bersyukur mempunyai teman. Tapi mereka punya urusan juga, dan belum tentu bisa mendengarkan keluh kesah manusia yang satu ini.
Entah sudah berapa lama saya semakin 'rusak' seperti ini. Dan entah sudah berapa lama juga saya tidak menceritakan hal-hal-yang-memang-seharusnya-diceritakan-daripada-dipendam-sendirian-ini kepada orang terpercaya. Oh iya, saya termasuk orang yang sulit menjelaskan sesuatu secara jelas, tertata, dan ringkas. Ini yang membuat saya minder karena saya takut orang lain tidak mengerti apa yang saya maksud.
Baiklah, sekian. Terima kasih, kamu yang sudah membaca. Selamat malam :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar