Aura pagi ini berbeda. Iya, karena kamu baru saja singgah tadi malam.
Beberapa hari ini kamu sering datang walau hanya sekedar menyapa lalu pergi tanpa arah. Kamu mau ke mana? Sudahlah duduk manis saja di sini, di pikiranku.
Aku masih ingat senyum khasmu ketika kau singgah semalam. Manis. Semanis martabak cokelat kacang yang waktu itu kau beri untuk ibuku. Oh Tuhan, seandainya ada alat yang bisa mengabadikan senyum manis itu, beri aku satu.
Kata orang, mimpi artinya rindu. Siapa yang rindu? Aku? Atau kamu? Atau kita? Baiklah aku menyerah, aku rindu padamu. Tapi kamu? Entahlah. Hanya kamu yang bisa jawab.
Dinding 'pembatas' ini sudah semakin jauh terbentang. Aku tahu aku terlalu muluk untuk berharap rindu ini disambut. Aku tahu aku terlalu bodoh mengharapkan rindu dari orang yang sudah mempunyai pendamping. Tapi kalau hanya rindu dan tidak mengganggu hubunganmu, tidak masalah, bukan?
Ah, lagi lagi aku melantur ketika memikirkanmu. Tuhan, aku rindu padanya. Tapi jika rindu ini salah, tolong hapuslah segera. Dan jika rindu ini tak pantas untuknya, bungkus perasaan ini lalu buang jauh-jauh. Berhentikan pikiran dan hatiku untuk masih memberinya tempat di sini. Tolong, Tuhan, Tolong..
Dan untuk kamu, terima kasih sudah mampir dan menyapaku. (Tolong jangan) datang lagi lain kali, ya.
ada yang bilang, ketika kita memimpikan seseorang, artinya orang itu sedang memikirkan kita~ katanya sih begitu,
BalasHapus