13 Nov 2013
Untuk Kamu Yang Tak Pernah Ku Sebut Namanya
Hai, kamu apa kabar?
Kehidupanmu bagaimana? Aku dengar kamu telah mempunyai penggantiku ya sekarang. Bahagia kah kamu dengannya? Tentu saja, ya.
Bagaimana pendidikanmu sekarang? Sudah ada kemajuan kah? Aku harap iya.
Bagaimana 'pemberian-pemberian' kecilku? Apakah masih utuh? Atau sudah kau buang? Atau mungkin sudah kau bakar hingga jejaknya tak terlihat lagi?
Bagaimana keluargamu? Aku harap mereka baik-baik saja sama seperti terakhir kali aku melihatnya. Salam untuk keluargamu, ya.
Jujur saja, mengingatmu sama seperti menabur garam di atas setiap goresan lukaku. Aku tak apa. Benar-benar tak apa. Tapi aku bohong kalau mengaku tidak apa-apa. Melihat sosokmu dari jauh saja sampai saat ini masih membuat goresan-goresan itu perih, dan juga masih membuat desiran itu berujung kehampaan. Seperti luka tapi tak berdarah, atau seperti mendung tapi tak hujan, atau seperti menangis tapi tak berair mata. Ah entahlah.
Aku lelah berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Aku lelah berpura-pura tak melihatmu dari kejauhan.
Aku lelah berpura-pura tak ingin tau hal terbaru tentangmu.
Aku lelah menahan rasa perih ini sendirian.
Aku lelah menahan semua pertanyaan yang meronta-ronta untuk keluar dari otakku.
Aku lelah menguatkan diriku sendiri.
Aku lelah menepis segala hal tentangmu.
Aku lelah menyemangati diriku sendiri dengan segala motivasi semu.
Aku harus apa?
Sampai saat ini aku bukan berarti masih merajut asa untukmu. Hanya saja aku masih melalui proses, proses pendewasaan lebih tepatnya. Proses dimana aku harus melalui badai, kerikil tajam dan segala halangannya untuk menyiapkan mentalku kelak. Namun, untungnya aku mempunyai teman-teman yang tak mau membiarkanku menghadapi badai ini sendirian. Alhamdulillah.
Di manapun kamu berada sekarang, aku harap kamu bahagia dengan segala pilihan hidupmu. Dan di manapun kamu berada sekarang, semoga Allah selalu melindungi setiap langkah yang kamu pilih. Tetap menjadi dirimu sendiri ya.
Salam, yang selalu mengingatmu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar