29 Nov 2013

Seimbang

Oke, kali ini gue mau coba nulis pake bahasa sehari-hari, yang lebih santai, gak sesuai eyd, dan yang pasti gak kaya post-post gue yang sebelumnya.
Hmm kali ini gue mau ngebahas tentang  ketika lu masuk ke dunia perkuliahan, dimana elu bakalan dapet pengalaman-pengalaman baru yang bikin gejolak masa muda lu ngerasa “gue harus ikutin semuanya, gue pengen tau rasanya gimana, mumpung masih muda”. Dan kegiatan ini gak ada hubungannya sama sekali sama nilai atau grade lu dimata kuliah. Kegiatan-kegiatan ini biasanya diadain sama organisasi yang ada di fakultas atau kampus secara keseluruhan.
Jadi, posisi ini dimana lu dihadapin antara kuliah dan organisasi. Mana yang mau lu pilih duluan? Tanpa mikirpun pasti pilih kuliah. Tapi dalam beberapa hal kadang kita harus ngorbanin kuliah buat organisasi. Contohnya, ketika lu punya jabatan penting dalam suatu acara, dan harus nge-handle acara tersebut yang jelas-jelas bakalan nguras energi dan pikiran sampe malem TAPI besok ada kuis atau tugas yang harus dikumpulin pagi. Mau pilih yang mana? Bingung? Oke.. Atau ketika elu harus pilih dua diantara tiga pilihan, yaitu : nilai bagus – cukup tidur – organisasi sukses. Jadinya bakalan gini, Nilai bagus, cukup tidur tapi organisasi berantakan. Atau cukup tidur, organisasi sukses tapi nilai jelek. Atau Organisasi sukses, nilai bagus tapi tidur ga cukup. Pilih mana sob?
Beberapa hal emang harus diprioritaskan walaupun harus mengorbankan hal lainnya. Sesuatu yang bisa dilakuin ketika bingung harus ngorbanin yang mana adalah bertanya pada kerabat yang lebih bijak, atau bisa menulis kelebihan dan kekurangan masing-masing hal yang lagi dibingungin. Kalo masih bingung juga, mungkin shalat istikharah bisa jadi pilihan bagi kaum muslim.
It depends on you. Kegiatan-kegiatan itu gak bakalan dateng dua kali dalam hidup, WALAUPUN mata kuliah bisa ngulang di tahun depan TAPI kita juga gak mau dong wasting time di universitas hanya karena mau dapet pengalaman baru dalam organisasi. Siapa sih yang gak mau lulus cepet?
“Pengalaman bisa dicari cuma kesempatan dan waktunya aja yang berbeda”
Well, hidup itu harus seimbang. Ibarat paham taoisme yaitu Yin dan Yang, antara hal baik dan buruk harus seimbang. Karena pinter dalam pelajaran aja gak cukup, makanya kita harus belajar bersosialisasi di organisasi. Dan karena pinter di organisasi aja gak cukup, makanya kita harus belajar ilmu yang ada di bangku perkuliahan.
Maksud gue disini bukan mau bilang salah satu dari dua hal yang gue bahas di atas itu baik atau buruk. Bukan. Maksud gue adalah gimana caranya menyeimbangakan dua hal yang selagi masih bisa elu dapetin, ya coba aja. Tanpa mengorbankan satu pihak secara terus menerus. Gitu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar