17 Mar 2012

Maaf.

Setelah 4 tahun tak terdengar suaranya. Hari ini, di tanggal yang sama dengan 4 tahun lalu. Cuma bedanya, dulu ditanggal ini aku mengakhiri semuanya. Dan sekarang aku ingin memulai hal yg baru.
4 tahun tak bertegur sapa.
4 tahun tak melihatnya di hidupmu.
4 tahun tak berbicara dengannya.
4 tahun aku merindunya.
4 tahun juga aku hanya bisa melihatnya dari jauh.
Entah ada angin apa beberapa hari yang lalu aku merencakan hal ini dan agar tidak salah langkah (lagi) aku meminta pendapat temanku tentang rencana ini, dan ternyata mereka setuju. Akhirnya hari ini, dengan nyali yang tidak terlalu besar aku menemuinya kembali. Menemui teman lama yang sempat hadir dihidupku. Mengajaknya bercengkrama. Tapi apa yang terjadi, saat aku memanggil namanya saja didepan 'dia' lidahku tiba tiba mati rasa, kaku. Ku tarik nafas dan berusaha tenang, berhasil. Beberapa menit kemudian kami berhasil berbicara. Banyak kata yang meronta-ronta di otakku agar dikeluarkan melalui mulut. Gagal. Yang keluar hanyalah kata maaf dan beberapa kata pendukung yang sama sekali tidak sesuai dengan rencanaku di awal. Wajahku memerah. Tubuhku membeku. Jantungku berdegup liar. Entah itu semua artinya apa. 1 menit.. 2 menit.. 15 menit.. Kami diam dalam hening, orang berlalu lalang melihat kami bingung dalam diam. Sibuk dengan pikiran masing-masing. Tujuan utamaku tidak tercapai. 15 menit kemudian hening kami berakhir, selesai sudah pembicaraan yang hancur total itu.
Dengan langkah gontai aku berhasil menempuh anak tangga sekolah, sampai di depan lab komputer aku masih bisa melihatnya memperhatikanku dari atas. Aku pulang dengan dada penuh sesak, pikiranku memaki diriku sendiri. Bodoh. Setengah perjalanan pulang aku menangis. Terlalu sulit untuk dijelaskan kenapa aku menangis. Iya aku tau aku bodoh. Tapi apa salah kalau seseorang punya niat baik untuk memperbaiki suatu hubungan pertemanan? Aku rasa tidak.
Karena-saya-sudah-lelah-dalam-diam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar